Sejarah Perkembangan Akuntansi

Diposting oleh eagle_pratama on 07.22 komentar (0)

A. Perkembangan Akuntansi di dunia Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang. Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama Lucas Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika mengarang sebuah buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris yang memperkenalkan dan mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut juga dengan sistem kontinental. Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Cara seperti ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu, karena perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan serta hak pemilik. Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer pabrik misalnya, ingin mengetahui biaya produksinya. Sebab dengan mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat mengawasi efektifitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya. Akuntansi biaya memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen. B. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Akuntansi di Indonesia pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi. Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmu akuntansi itu di Indonesia. Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi maupun dalam praktek dunia bisnis. Perbedaan Akuntansi Sistem Kontinental dengan Anglo Saxon:

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Diposting oleh eagle_pratama on 06.50 komentar (0)

1. Tujuan pemakai laporan akuntansi Akuntansi keuangan ditujukan terutama untuk menyajikan informasi keuangan bagi pihak eksternal perusahaan. Tujuannya adalah agar pihak eksternal dapat mengambil keputusan mengenai hubungannya dengan perusahaan. Keperluan manajemen. Akuntansi manajemen berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi manajer yang berada dalam perusahaan. Tujuannya untuk membuat keputusan mengenai perusahaan atau bagiannya. 2. Lingkup informasi Akuntansi keuangan pada umumnya menyajikan informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan. Neraca dan laporan rugi laba menyajikan hasil kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Lingkup yang luas yang dicakup oleh laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal perusahaan. Manajemen perusahaan boleh jadi hanya mengambil keputusan mengenai bagian tertentu perusahaan. Oleh karena itu akuntansi manajemen harus dapat menyediakan informasi keuangan yang relevan dengan bagiannya. 3. Fokus informasi Fokus informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah masa lalu. Sedangkan akuntansi manajemen berorientasi pada masa yang akan datang, karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang. 4. Rentang waktu Ditinjau dari rentang waktu yang dicakup oleh laporan yang dihasilkan, akuntansi keuangan mencakup jangka waktu yang sudah tentu, sedangkan akuntansi manajemen sangat bervariasi (flexible). 5. Kriteria bagi informasi akuntansi Kriteria yang domnian untuk menilai informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (yang berlaku umum). Kriteria pokok bagi informasi akuntansi manajemen adalah manfaat bagi manajemen, karenanya tidak dibatasi oleh prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. 6. Disiplin sumber Akuntansi keuangan mendasarkan diri pada ilmu ekonomi yang mengatur prinsip-prinsip yang membimbing pengambil keputusan dalam menggunakan sumber-sumber yang langka. Sedangkan akuntansi manajemen mendasarkan diri pada ilmu ekonomi dan psikologi sosial, sehingga selain prinsip-prinsip ekonomi juga berhubungan dengan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan perilaku manusia dalam organisasi. 7. Isi Laporan Akuntansi keuangan menghasilkan laporan keuangan periodik yang umumnya terdiri dari neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, dan laporan perubahan posisi keuangan. Karena ditujukan untuk pihak luar maka laporan keuangan ini bersifat ringkas dan mengenai seluruh perusahaan. Akuntansi manajemen menghasilkan laporan keuangan untuk manajemen dari berbagai jenjang organisasi, umumnya menyajikan informasi rinci dan mengani bagian tertentu perusahaan. 8. Sifat informasi Informasi yang disajikan kepada pihak eksternal memerlukan ketepatan yang tinggi, karena umumnya menyangkut masa yang telah lalu. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen digunakan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang, maka informasi berisi unsur taksiran yang besar. Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2258101-perbedaan-akuntansi-keuangan-dan-akuntansi/#ixzz1lQOxmwf6